Logo Background RSS

» Oh Siswa, Kasihan Dikau!

  • Written by Uwes A. ChaerumanUwes A. Chaeruman 2 Comments2 Comments Comments
    Last Updated: July 30th, 2007

    Bobbi dePorter dalam bukunya “Quantum Teaching” mengutip pernyataan Vernon A. Magnesen, sebagai berikut:

    Kita Belajar:

      10% dari apa yang kita baca
      20% dari apa yang kita dengar
      30% dari apa yang kita lihat
      50% dari apa yang kita lihat dan dengar
      70% dari apa yang kita katakan
      90% dari apa yang kita katakan dan lakukan

    Coba kita bayangkan, kebanyakan siswa di sekolah? Dari 8 jam waktu di sekolah berapa banyak mereka menyatakan plus melakukan sesuatu? Sebagian besar hanya dipaksa mendengar. Masih beruntung punya kesempatan mendengar plus melihat. Bukankah jika hanya guru menjelaskan, apalagi penjelasan teoretis yang tidak kontekstual berarti hanya memaksa siswa menjadi pendengar?

    Maka beruntunglah siswa yang pernah mendapat kesempatan dan melakukan sesuatu. Beruntung sekali siswa yang pernah ditunjuk menjadi ketua kelas, memimpin regu pramuka, menjadi ketua osis dan lain-lain. Mengapa? Karena ia sebenarnya benar-benar telah melakukan belajar yang sebenarnya. Kalau mau jujur, mereka yang maju saat ini (katakanlah eksekutif yang berhasil, bisnisman, dll) bukan karena mereka dulu pintar di kelas. Tapi, karena mereka lebih beruntung telah mendapat kesempatan untuk MENGATAKAN DAN MELAKUKAN SESUATU.

    Dengan mengutip penrnyataan Vernon tersebut, saya yakin Anda setujua bahwa, sebagian besar siswa sekolah, dan mungkin bahkan mahasiswa tidak mengalami belajar di sekolah. Hanya buang-buang waktu. SUNGGUH KASIHAN DIKAU!

    Lantas bagaimana? Merubah mind-set (paradigma berpikir) dari “teacher-centered learning” ke “student-centered learning”, hendaknya bukan hanya wacana saja….. :)

  1. #1 listya
    September 5th, 2007 at 4:32

    Bener pak…Nyatanya di dunia kerja, yg IQ tinggi, yg rangking 1 mulu, yg belajar doank dan gak gaul organisasi jadinya MELEMPEM, stuck di tempat itu2 ajah…saya setuju dengan bapak! paradigma harus bergeser menjadi student-centered learning! well that’s our job isn’t it??

    Post ReplyPost Reply
  2. #2 maydina
    September 7th, 2007 at 12:13

    Betul…yang paling diinget ampe sekarng yah…pengalaman organisasi, dan ilmu2 yang sudah dapat langsung diterapkan.Kebanyakan teori juga buat kepala sakit…bosen..

    Namun mengubah pemikiran orang-orang konservatif ke arah “student-centered learning” tidak semudah membalikkan telapak tangan

    nb:
    P uwes, ajak2 donk kalo ada proyek yang berkaitan dengan ICT, biar bisa nerapin ilmu yang di dapat di kampus…bosen nih…

    buat K listya, “Diriku kangen kegiatan kayak Trip Observasi, kepanitiaan2 kayak dulu (fisilabs).” Buat EO di bidang pendidikan yuuk(hihihi..;))

    Post ReplyPost Reply
Leave a Comment