Oh Siswa, Kasihan Dikau
Bobbi dePorter dalam bukunya “Quantum Teaching” mengutip pernyataan Vernon A. Magnesen, sebagai berikut:
Kita Belajar:
10% dari apa yang kita baca
20% dari apa yang kita dengar
30% dari apa yang kita lihat
50% dari apa yang kita lihat dan dengar
70% dari apa yang kita katakan
90% dari apa yang kita katakan dan lakukan
Coba kita bayangkan, kebanyakan siswa di sekolah? Dari 8 jam waktu di sekolah berapa banyak mereka menyatakan plus melakukan sesuatu? Sebagian besar hanya dipaksa mendengar. Masih beruntung punya kesempatan mendengar plus melihat. Bukankah jika hanya guru menjelaskan, apalagi penjelasan teoretis yang tidak kontekstual berarti hanya memaksa siswa menjadi pendengar?
Maka beruntunglah siswa yang pernah mendapat kesempatan dan melakukan sesuatu. Beruntung sekali siswa yang pernah ditunjuk menjadi ketua kelas, memimpin regu pramuka, menjadi ketua osis dan lain-lain. Mengapa? Karena ia sebenarnya benar-benar telah melakukan belajar yang sebenarnya. Kalau mau jujur, mereka yang maju saat ini (katakanlah eksekutif yang berhasil, bisnisman, dll) bukan karena mereka dulu pintar di kelas. Tapi, karena mereka lebih beruntung telah mendapat kesempatan untuk MENGATAKAN DAN MELAKUKAN SESUATU.
Dengan mengutip penrnyataan Vernon tersebut, saya yakin Anda setujua bahwa, sebagian besar siswa sekolah, dan mungkin bahkan mahasiswa tidak mengalami belajar di sekolah. Hanya buang-buang waktu. SUNGGUH KASIHAN DIKAU!
Lantas bagaimana? Merubah mind-set (paradigma berpikir) dari “teacher-centered learning” ke “student-centered learning”, hendaknya bukan hanya wacana saja…..
Viewed 329 times by 141 viewers







share