» Subhanallah, The Amazing of Our Brain
-
Bayangkan…..
Ketika lahir: kebanyakan bayi memiliki 100 milyar sel otak aktif. Semua sel otak aktif tersebut melakukan 50 trilyun hubungan dengan sel otak lain dan bagian lain dari tubuh. Super komputer saja tidak seperti itu….
Pada bulan pertama kehidupan mereka: ketika indera bayi berinteraksi dengan lingkungannya, ia mengembangkan yang dinamakan hubungan “synaptic” baru dengan kecepatan rata-rata yang fenomenal, yaitu 3 milyar per detik. Subhanallah…
Pada enam bulan pertama: bayi mulai mampu menggunakan suara dalam semua bahasa di dunia. Tapi, ia akan mulai belajar bicara menggunakan bahasa yang ia terima/tangkap dari lingkungannya, khususnya orang tua. Otaknya menolak atau tidak bisa menerima bahasa atau suara dari bahasa yang tidak pernah ia dengar. Dengan demikian, mungkin bukan mustahil, bayi yang hidup dengna lingkungan binatang sejak lahir akan memahami bahasa binatang.
Pada umur delapan bulan: otak bayi akan memiliki 1000 trilyun (1.000.000.000.000.000) hubungan. Setelah itu, jumlah hubungan yang 1000 trilyun tersebut mulai menurun, kecuali anak tersebut terus menerus dirangsang melalui semua inderanya.
Umur 10 tahun dan setelahnya: sekitar setengah dari hubungan tersebut mati bagi kebanyakan rata-rata anak, hanya tersisa. Jadi, hanya tersisa 500 trilyun hubungan yang akan bertahan sampai seumur hidupnya. 500 trilyun inipun, kalau tidak dirangsang penuh ketika di bawah umur sepuluh tahun tersebut, maka tidak akan optimal. Mungkin IQ-nya tetap jongkok.
Sampai umur 12 tahun: Otak manusia seperti layaknya busa super yang telah menyerap segala yang ia tangkap sejak lahir. Sejak periode ini, khususnya tiga tahun pertama, yang namanya landasan berpikir, bahasa, visi, sikap, kepribadian, kecakapan dan karakteristik kepribadian lainya tertanam. Kemudian, semua pintu dan jendela tertutup, arsitektur fundamental otak selesai dibangun. Lebih dari itu, berarti fundamental kemampuan berpikir, sikap, mental dan lain-lainnya sulit dikembangkan…
Apa implikasi dari semua ini? Umur 0 – (12 + 3 tahun) adalah masa emas untuk membentuk kecerdasan dan watak (kepribadian) anak. Artinya, pendidikan anak dari 0 tahun sampai umur setingkat sekolah lanjutan pertama harus difokuskan pada kemampuan berpikir dan pembentukan watak (character building). Sehingga, adalah salah jika pendidikan formal SD dan SMP hanya diarahkan untuk mencapai daya serap mata pelajaran yang diajarkan yang diukur dengan tes dan dibuktikan dengan buku rapor setiap akhir semester. Seharusnya, mata pelajaran dengan segala fasilitas, media serta strategi pembelajaran diarahkan untuk membangun kapasitas berpikir, mental dan watak dimana guru, orang tua, dan keluarga terdekat berperan sebagai fasilitator, pelatih, manajer dan teman untuk belajar.
Bisa enggak ya? Kenapa tidak?
Sumber: Ronald Kotulak, dalam Voss et al., “The Learning Revolution: to Change the Way the World Learns” (USA, 1999: The Learning Web, http://www.thelearningweb.net.











July 31st, 2007 at 8:52
untung pas umur segitu sekolah gw masih bener. kalo ga, rusak udah. hihihi.
-IT-
August 29th, 2008 at 6:25
bang, alhamduliilah nih ada info ini,coz saya baru punya momongan 5 bulan……………..irfan TP `98.