Logo Background RSS

» Teori vs Desain

  • Written by Uwes A. ChaerumanUwes A. Chaeruman 5 Comments5 Comments Comments
    Last Updated: July 31st, 2007

    Apa sih yang membedakan antara teori dan desain pembelajaran? antara teori dan desain agak sedikit membingungkan bagi beberapa mahasiswa ketika pertama kali kuliah desain pembelajaran. Untuk itu perlu diilistrasikan dengan cara lain.

    Saya mengilustrasikan antara teori dan desain sebagai “penyakit” dan “resep” kalau dalam dunia kedokteran. Sedangkan teori berisfat deskriptif atau dengan kata lain menjelaskan sesuatu. Jika kembali kita analogikan ke dunia kedokteran tersebut, maka ketika dokter membuat resep (membuat desain), maka ia harus tahu tentang penyakit (teori yang menjelaskan penyebab penyakit dan lain sebagainya).

    Kesimpulannya. agar seorang dokter dapat membuat resep (desain) yang tepat maka ia harus tahu tentang segala seluk beluk penyakit (teori). Begitu pula halnya dengan perancang sistem pembelajaran. Agar dapat menghasilkan rancangan pembelajaran yang tepat dan relevan, maka harus tahu seluk beluk yang berkaitan dengan teori belajar. Jadi, mustahil seseorang dapat melakukan desain pembelajaran tanpa mengetahui teorinya.

  1. #1 yugo
    August 31st, 2007 at 2:16

    yuup btul,qt adalah tenaga TP pendesain pembelajaran,harus pahambnr tentang hal tsb inget tugas TP adalh mempermudah pembelajaran,bagaiman belajar itu menyenangkan mudah di terima dan di pahami oleh pebelajar qt lah yg harus membantu guru/tnga pembeljaran lainnya sayangnya tenaga TP belum di akui dalam pencalonan pegawai negri

    Post ReplyPost Reply
  2. #2 sriwahyunik
    October 30th, 2007 at 5:36

    betul sekali ! Bagi perancang pembelajan atau dikalangan mahasiswanya lebih familiar dengan sebutan TPer’s, memahami disain pembelajaran adalah wajib hukumnya agar mampu profesional dalam melakukan tugasnya. Pengalaman lapangan di dunia pendidikan yang saya temukan adalah sebagian besar sekolah di wilayah DKI Jakarta, belum dapat “mengembangkan” dirinya meskipun telah berdiri lama. Sebagai calon tenaga perancang pembelajaran, menurut saya ini adalah MASALAH. Mari kita pecahkan bersama. Saya yakin naluri seorang perancang pembelajaran sejati, pasti merasa terpanggil untuk ikut ACTION dalam hal ini. tanpa mengurangi ketulusan hati, KITA BUKTIKAN KEPADA PEMERINTAH BAHWA TENAGA TP PATUT DIAKUI. he…he….ideal sekali rasanya……!

    Post ReplyPost Reply
  3. #3 arani
    February 5th, 2008 at 8:23

    Yugo dah cukup banyak ko’ instansi pemerintahan yang mengakui dan membutuhkan lulusan TP, seperti .. LIPI atau Departemen Perdagangan misalnya. Walaupun banyak juga yang blum merasa mebutuhkan.. tapi gak usah kawatir,, selain di intitusi pemerintahan, kita juga dah cukup punya nama… Kalo bisa dibilang cukup banyak,, ratih TP 2001 sekarang saat ini kepake banget ilmu teknologi kinerjanya di bagian diklat PT KPEI BEJ,, terus kita juga ketemu ma Ei TP 2001 di Diklat Pertamina… Well,, kaya’nya gak ada alesan wat kawatir ma lapangan pekerjaan setelah lulus.. Btw, sebenernya, kita juga bisa ko’ create lapangan pekerjaan tanpa harus nyari kerja :D Kita kan punya keahlian banyak..

    Post ReplyPost Reply
  4. #4 aira
    October 15th, 2008 at 1:04

    makasih pak…kalo tentang desain pembelajaran multimedia ada artikelnya ga pak ??

    Post ReplyPost Reply
  5. #5 Uwes Anis Chaeruman
    October 15th, 2008 at 1:26

    ada sih aira, ketik aja desain pembelajaran di search

    Post ReplyPost Reply
Leave a Comment