Logo Background RSS

» Mengintegrasikan ICT dalam Pembelajaran

  • Written by Uwes A. ChaerumanUwes A. Chaeruman 5 Comments5 Comments Comments
    Last Updated: September 4th, 2007

    image_228.jpgAgustus, minggu terakhir saya berkesempatan memberikan pelatihan pemanfaatan ICT untk guru SMP dan SMA di Palembang dan Padang (Bukit Tinggi). Masing-masing diikuti oleh sekitar 50 orang peserta. Menarik juga sih jalan-jalan ke daerah “empek-empek” dan “sanjai”.

    Satu hal menarik yang saya sampaikan disana adalah perbedaan antara “learning to use ICT” vs “using ICT to learn”. Sebenarnya, fakta yang kita lihat saat ini dalam konteks pendidikan di Indonesia masih pada level “learning to use ICT”. Hal ini terbukti dengan di jadikannya ICT sebagai mata pelajaran dalam kurikulum nasional saat ini. Sudah saatnya menuju using ICT to learn, dimana ICT sudah terintegrasi dalam proses pembelajaran. Presentasi bisa Anda download disini…

    Sebenarnya, ada empat level pemanfaatan ICT untuk pendidikan menurut UNESCO, yaitu:

    Level 1: Emerging – baru menyadari pentingnya ICT untuk pendidikan;
    Level 2: Applying – baru mempelajari ICT (learning tom use ICT);
    Level 3: Integrating – belajar melalui dan atau menggunakan ICT (using ICT to learn); dan
    Level 4: Transforming – dimana ICT telah menjadi katalis efektifitas dan efisiensi pembelajaran serta reformasi pendidikan secaa umum.

    Disamping itu, saya juga berkesempatan memberikan penjelasan tentang kebijakan ICT untuk pendidikan. Kalau kita kembali mengacu pada empat level pemanfaatan ICT menurut UNSECO seperti tersebut diatas, dari sisi pengambil kebijakan, maka berada dalam level 1, yaitu emerging. Artinya para pengambil kebijakan telah menyadari pentingnya ICT untuk pendidikan dan untuk berbagai aspek kehidupan lainnya. Ini terbukti dengan dibentuknya Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIKNas) melalui Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 2006. Salah satu flagship yang menonjol atau yang dikedepankan dari program DeTIKNas adalah e-education (e-pendidikan). Ini merupakan tantangan bagi Departemen Pendidikan. Sebab, e-education berada dibawah kemudi Mendiknas tentunya. Oleh karena itu Mendiknas telah membentuk Tim TIK Pendidikan yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Depdiknas sebagai Chief of Information Officer. Kabar gembira, mudah-mudahan akselerasi penerapan ICT untuk pendidikan yang selama ini hanya bersipat sporadis semakin meningkat dan terkoordinasi dengan baik. Bahan presentasi dapat diunduh disini…

    Terakhir, saya berkesempatan berbagi pengetahuan tentang tips dan trik membuat media presentasi dengan menggunakan MS POwerpoint atau yang sejenisnya. Banyak hal yang memang sepertinya sepele tapi belum diketahui oleh peserta. seperti berapa banak kalimat yang ideal dalam satu slide, besar dan jenis huruf apa saja yang baik, warna, dan lain-lain. Bahan presentasi dapat download disini…

    Pokoknya menarik. Tapi setelah itu saya divonis dokter harus istirahat dirumah karena “mag” kambuh plus masuk angin berat. Pasalnya kenapa? Bayangkan saja, Palembang-Padang-Cisarua-Semarang-Cisarua-Pulang dalam waktu lima hari. Wooww, walau Superman tetap saja harus di “kerik” . he he he … :)

  1. #1 aliyah
    March 14th, 2008 at 1:27

    Cerita pelatihan yang sangat menarik mas Uwes. Kalo boleh komentar, bagaimana tanggapan para guru ttg pelatihan ICT yang mas Uwes dkk berikan? Apakah mrk sekedar puas (seperti yg telah mas Uwes sebutkan di artikel lain) atau mrk “berani” utk mencoba mengintegrasikan ICT k dlm proses belajar mengajar (dlm yg bentuk sederhana sekalipun)?
    Saya sangat tertarik untuk mengevaluasi sejauh mana guru2 di Indonesia menerima ICT dng “tangan terbuka” & mau “menularkan” ilmunya ke murid2nya.
    Sesekali pernah mimpi juga kalo guru2 di Indonesia dpt berdiskusi di dunia maya dng interaktif…andai saja….

    Post ReplyPost Reply
  2. #2 hafsah
    September 3rd, 2009 at 3:00

    asslm,mas uwes,kpn2 mau ga “menularkan” ilmunya ditempt aku ngajar?

    Post ReplyPost Reply
  3. #3 Uwes A. Chaeruman
    September 3rd, 2009 at 9:02

    tentu, ba hafsah. kenapa tidak?

    Post ReplyPost Reply
  4. #4 muhammad chandra
    March 1st, 2010 at 7:19

    BOLEH JUGA DIterapkan di pedalaman.,.,

    Post ReplyPost Reply
  • Trackback: tutorial gratis teknologi pendidikan Trackbacks
  • Leave a Comment