Distance Learning vs e-Learning

Commentby: Uwes A. Chaeruman on: January 31st, 2008

Kampus B, UHAMKA, 30 Januari 2008

Hari itu kembali saya berkesempatan berbicara tentan pemanfaatan ICT dalam pembelaran dalam workshop Program Pengalaman Lapangan dan Microteaching bagi para dosen dan mahasiswa UHAMKA. Seperti biasa, ketika berbicara tentang pemanfaatan ICT untuk pembelajaran saya menganjurkan untuk berfokus pada “learning” dimana “e” atau electronic alias ICT sebagai sarana, kendaraan atau “enabler” terjadinya peristiwa belajar (learning event). Lihat kembali tulisan saya tentang “e-learning: jangan lupakan “learning”. Dalam kesempatan itu pula, saya menegaskan pentingnya integrasi ICT dalam proses pembelajaran. ICT tidak hanya dijadikan sebagai obyek yang dipelajari (learning to use ICT), tapi lebih jauh terintegrasi dalam proses pembelajaran (learning to use ICT). Terakhir, saya tutup dengan sharing pengalaman penerapan blended learning yang sedang kami lakukan di jurusan teknologi pendidikan UNJ untuk memberikan gambaran tentang contoh kongkrit penerapan e-learning di kampus.

Tentunya, ada beberapa diskusi (tana jawab) yang terjadi pada saat itu. Tapi, ada satu pertanyaan yang menurut saya penting diluruskan dan disahre disini. Kurang lebih inti pertanyaanya sebagai berikut:

“Apa perbedaan antara distance learning dan e-learning? Apakah e-Learning sama dengan distance learning? bagai mana dengan e-learning dalam pembelajaran konvensional?”

Pertama, kita harus pahami dulu konsep distance learning. Distance learning adalah suatu sistem pembelajaran dimana antara pemelajar dengan guru/tutor atau dosen terpisah oleh jarak. Karena terpisah oleh jarak, maka salah satu konsekuensi dari distance learning adalah harus memanfaatkan teknologi komunikasi jarak jauh (telekomunikasi) sebagai sarana untuk menjembatani komunikasi karena kendala keterpisahan jarak tersebut.

Apa kaitannya dengan e-Learning? e-Learning secara umum adalah penyampaian pembelajaran dengan menggunakan teknologi elektronik baik real time maupun tidak. Dengan demikian, e-learning, dimana di dalamnya terdapat berbagai bentuk dan jenis teknologi komunikasi elektronik, dapat dijadikan sebagai sarana yang sangat potensial untuk distance learning. Oleh karena itu, dalam distance learning, karena adanya keterpisahan jarak antara pemelajar dengan tutor/guru/dosen, dalam konteks era digital saat ini sebagai konsekuensinya seharusnya memanfaatkan e-learning. Dengan kata lain, distance learning dewasa ini sedianya menerapkan e-Learning.

Coba kita lihat perjalanan historis distance learning dan teknologi telekomunikasi yang digunakan dari jaman dulu ampe sekarang. Pada awalnya distance learning memanfaatkan teknologi surat menyurat (correspondence learning). Kemudian pada tahap selanjutnya, distance learning memanfaatkan teknologi cetak berupa buku/modul yang dirancang sedemikian rupa sehingga bisa dipelajari secara mandiri (independent learning). Tahap berikutnya, dengan adanya teknologi radio dan televisi, distance learning memanfaatkan radio dan televisi (telecourse/broadcast). Kemudian saat ini, dengan adanya teknologi informasi, khususnya komputer dan internet, maka distance learning juga sudah memanfaatkan internet (baik synchronous mapun asynchronous), memanfaatkan multimedia pembelajaran (CD-ROM), dan lain-lain. Bahkan penerapan teknologi informasi lain seperti pemanfaatan teknologi mobile (mobile learning), seperti telepon selular atau pocket PC memiliki potensi yang besar untuk diaplikasikan.

Lantas, bagaimana dengan pembelajaran konvensional? seiring dengan pergeseran parqadigma pembelajaran dari teacher-centered ke student-centered learning dimana peran guru/dosen tidak lagi sebagai pemberi informasi dan satu satunya sumber belajar, tapi sebagai fasilitator dan manager pembelajaran, maka berbagai bentuk media pembelajaran baik yang sifatnya elektronik (e-learning) maupun tidak tetap dimanfaatkan sebagai “enabler” terjadinya efektifitas, efisiensi dan kemenarikan pembelajaran.

Kiranya, tulisan ini dapat memperjelas gambaran kita tentang konsep tersebut atau justeru membingungkan?

 Viewed 249 times by 71 viewers

share

DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter
DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter

comments

No CommentTell us what you think...?

Please note: Use of a non-personal web site or blog in the field and/or comments that are off-topic, personal attacks, or support requests will likely be removed at my discretion.