ICT dan Fungsi atau Peran Guru

Commentby: Uwes A. Chaeruman on: January 14th, 2008

Aula Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta, Rabu, 9 Desember 2007.
Saya berkesempatan berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penerapan e-Learning dalam Seminar Nasional dengan Tema Model e-Learning panel berdua dengan sahabat Dr. Widyo dari Universitas Guna Darma.

Seorang peserta bertanya, “kalau siswa belajar dengan menggunakan media TIK seperti multimedia interaktif atau online learning, lantas dimana peran guru? itu berarti peran dan fungsi guru hilang?’

Pertanyaan lugu tersebut menggelitik saya untuk menuliskan post artikel hari ini. Seandainya Anda mendapat pertanyaan seperti ini, jawaban apa yang akan kau beri? Pasti Anda akan menjawab, “TIDAK, guru tidak akan kehilangan fungsi dan perannya.” Karena jawaban inilah yang benar.

Tapi, jawaban saya justeru sebaliknya. “YA, guru akan kehilangan fungsi dan perannya yang akan tergantikan oleh teknologi yang dinamakan ICT tersebut”. Namun demikian, jawaban saya ini masih koma, belum titik. Mari kita lihat lanjutannya…

YA, guru atau dosen akan kehilangan peran dan fungsinya, jika mereka masih menganggap bahwa fungsi guru/dosen adalah MENGAJAR dimana mereka berperan sebagai penyampai informasi, bukan sebagai fasilitator pembelajaran. Tapi, bagi mereka yang paradigma berpikirnya sudah berubah dari teacher-centered menuju student-centered tidak akan merasa demikian. Justeru sebaliknya akan merasa terbantu dengan adanya teknologi informasi dan komunikasi tersebut.

Interaksi pembelajaran dapat terjadi baik secara real time (synchronous) maupun tertunda (asynchronous) dimana saja dan kapan saja. Karena itulah spirit e-learning, semua orang dapat belajar dimana saja dan kapan saja dengan beragam cara. Lihat tulisan saya, Blended Learning dan Contoh Aplikasinya.

Satu pertanyaan lain yang mengglitik saya adalah, “Bagaimana cara memotivasi guru agar mampu mengembangkan bahan belajar seperti multimedia pembelajaran atau CD interaktif yang didemonstrasikan?”

Menurut hemat saya, guru bukanlah SUPERMAN. Kalau kemampuan mengembangkan multimedia sederhana, seperti slide presentasi dengan MS Power Point misalnya kemungkinan besar hampir semua guru bisa. Tapi, untuk pengembangan multimedia pembelajaran interaktif seperti CD Interaktif terlalu berat. Tugas dan fungsi guru bukan untuk mengembangkan hal tersebut, tapi cukup dapat memanfaatkannya dengan baik untuk proses pembelajaran. Sekolah yang bagus, mungkin perlu memiliki tim khusus pengembang media pembelajaran. Menurut konsep teknologi pendidikan dinamakan sebagai Pusat Sumber Belajar, yaitu suatu lembaga/unit khusus yang berfungsi mendukung optimalisasi efektifitas pembelajaran. Salah satunya adalah mengembangkan media pembelajaran yang dibutuhkan sekolah. Dan hal tersebut memerlukan orang-orang dengan kualifikasi keahlian khusus, seperti programmer, ahli desain pembelajaran, desain grafis, animator dan lain-lain.

Terima kasih, moga bermanfaat!

 Viewed 372 times by 134 viewers

share

DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter
DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter

comments

No CommentTell us what you think...?

Please note: Use of a non-personal web site or blog in the field and/or comments that are off-topic, personal attacks, or support requests will likely be removed at my discretion.