» e-Learning dan Teori Belajar
-
Kita mengenal setidaknya ada tiga pendekatan teori belajar yaitu behaviorism, kognitifism dan konstruktifism (yang dialamnya termasuk pula sosio-konstruktifism dan communal-konstruktifism). Lantas apa kaitannya dengan e-Learning? Secara gamblang dapat digambarkan seperti berikut:

Ide awal e-Learning mengacu pada behaviorist yang menekankan pada konsep S – R atau adanya stimulus dan respons. Modus pembelajaran berbantuan komputer dengan Drill and Practice dan Tutorial, seperti pertama kali diperkenalkan oleh Skinner dengan nama “Programmed Instruction’ lebih mengacu pada tori belajar behaviorism. Jadi, cikal bakal e-learning memang mengadopsi teori behaviorisme, yang diperkenalkan oleh Skinner.
Sebagai antithesis dari behaviorism adalah kognitifism, yang menganggap belajar adalah proses internal yang melibatkan proses mental berpikir manusia. e-learning yang mendasari pada teori ini adalah penerapan simulasi, game dan problem solving.
Berbeda halnya dengan dua teori diatas, teori belajar konstruktifism (kognitif, sosio, comunal-constructifism) beranggapan lain. Kognitif-konstruktifism menganggap bahwa siswa membangun pengetahuann, keterampilan atau pemahamannya melalui observasi dan kemampuan berpikir. Ditambah dengan teori sosio-konstruktifism yang menambahkan adanya dimensi lain agar proses belajar terjadi yaitu interaksi sosial antara siswa, lingkungan dengan sumber belajar lain, yaitu orang lain. Teori ini menganggap bahwa belajar harus sosial, reflektif, otentik, progressif dan eksperiensial. Sementara communal-constructifism menganggap bahwa siswa membangun pengetahuannya sebagai hasil dari pengalaman dan interaksinya dengan orang lain, dan diupayakan untuk saling memebrikan kontribusi terhadap pengetahuan komunal untuk dapat dimanfaatkan oleh baik siswa yang ada saat ini maupun siswa baru.
Intinya, e-learning dalam konteks dewasa ini, hendaknya mengakomodasi pendekatan teori konstruktifism. Dengan adanya teknologi informasi yang semakin pesata dewasa ini, penerapan konstruktifisme untuk e-learning sangat memungkinkan. Dengan adanya virtual ealrning environment, multiuser simulation, multiuser game. blog, multi user object orientes, wiki dan lain-lain pembelajaran yang konstruktifistik seharusnya bisa dibangun. Pembelajaran, dalam e-learning tidak seharusnya hanya terjadi karena adanya interaksi antara guru dan siswa, walaupun menggunakan ICT (seperti slide presentasi yang diproyeksikan melalui LD projector, multimedia interaktif, dll), tapi harus didorong agar terjadi interaksi antara siswa dengan lingkungannya (teman sebaya, orang lain di luar sekolah/wilayah, dll) yang memungkinkan ia mengalami peristiwa belajar yang kontekstual, otentik dan menyenagkan.
Sehubungan dengan hal ini, sangatlah penting guru memahami konsep dasar teknologi informasi dan komunikasi yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan proses pembelajaran yang efektif, konsruktif dan menarik. Guru juga dituntut untuk pandai meramu berbagai strategi pembelajaran yang memanfaatkan ICT, seperti kapan menggunakan chat, e-mail, milist, blog, presentasi dengan slide powerpoint, simulasi, dan lain-lain.
Jika kita lihat kondisi saat ini di negeri kita. Kondisinya justeru terbalik. Lebih banyak siswa yang melek teknologi informasi dibandingan dengan gurunya. Banayak siswa yang menerapkan teori konstruktifism melalui friendster, multiply, dan lain-lain. Tapi saya tidak tahu apakah itu diarahkan untuk pembelajaran atau hanya tukar menukar mp3, movie, dll.
Mari kita renungkan, pikirkan dan upayakan tindakan seperti apa yang harus dilakukan……..











February 21st, 2008 at 3:52
cukup kreatif…namun rasanya harus ada penekanan lebih dgn beberapa penjelasan singkat pada baerapa point penting(bagan pohon)…
February 23rd, 2008 at 10:37
ya. terima kasih. sebenarnya saya lupa mencantumkan rujukannya. nanti saya tambahkan …
March 1st, 2008 at 12:31
mengapa penjelasan e-learning gag dicantumin??
March 2nd, 2008 at 2:21
ya. terima kasih. Saya harusnya melink-kan dengan posting saya sebelumnya tentang e-learning vs online learning.
March 15th, 2008 at 11:59
jadi pngen tanya neyh pak,,,
kalo mmasukkan pmbelajaran via FS taw multiply bukannya malah membuat jenuh yang bacanya ya pak…??
phy tuwh pendapat saya aja c pak,,,:)
April 23rd, 2008 at 3:39
menurut saya pendidikan online sangat bermanfaat
April 23rd, 2008 at 10:13
ya. semuanya bermanfaat. Tinggal guru sebagai fasilitator memanfaatkan antara konvensional dengan online dengan baik…
April 29th, 2008 at 3:08
ict baru wacana pak uwes, baiknya semua sekolah dan kampus sudah online dengan jaringan internet biar semua siswa dan guru bisa akses internet
May 27th, 2008 at 4:55
menurut saya pembelajaran itu berhasil apabila seluruh teori pembelajaran di kolaborasikan yaitu antara teori belajar konstruktifisme dan behaviorism dan ditambah lagi dengan guru yang harus pandai meramu mendesain berbagai pembelajaran yang bermanfaat dan guru yang mengerti tbenar tentang konsep dasar teknologi informasi kalau ini saya setuju
May 27th, 2008 at 5:02
menurut saya pembelajaran itu berhasil apabila seluruh teori pembelajaran di kolaborasikan yaitu antara teori belajar konstruktifisme dan behaviorism dan ditambah lagi dengan guru yang harus pandai meramu mendesain berbagai pembelajaran yang bermanfaat dan guru yang mengerti tbenar tentang konsep dasar teknologi informasi kalau ini saya setuju.trimakasih bunda Elisna,DR ,Ibu Yenita roza,PhD.DOSEN TP.UNP kerjasama Unri TP A 2008 mbak_ica_deden@yahoo.co.id
May 27th, 2008 at 7:31
Ba, marisza…. saya setuju. guru harus bisa meramu berbagai macam teori belajar dan teknologi yang relevan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu …
October 9th, 2008 at 9:50
saya bisa minta rujukan/referensi tentang sosio-konstruktifism??? makasih
October 9th, 2008 at 10:28
untuk lies, bentar saya carikan dulu ya…. mudah-mudahan ada. dalam buku nada dabbagh itu sih ada….
November 13th, 2008 at 10:25
P.Uwes..saya sangat tertarik pada tulisan anda tentang TP On-Line, saya sangat membutuhkan info rujukan dari pohon e-learning, karena saya akan memperkaya tulisan melalui disertasi saya di TEP Universitas Negeri Malang. Mohon ya pak, tulisan anda akan lebih banyak memberikan info apabila ditulis tidak terlalu singkat. Siapa tahu kita bisa “SERING”.Saya pernah bekerja sama dengan PUSTEKKOM dalam pengembangan pemanfaatan Media di SD, Saya Tenaga pengajar di Pacasarjana UNiv. PGRI Adibuana Surabaya, sejawat Dr.Purwanto,MPd. Trims pak
November 14th, 2008 at 9:48
Waduh terima kasih, pak Achmad Noor. Memang tulisan di blog saya lepas-lepas. Tapi, buku rujukannya saya punya sih. nada dabbagh. Mudah-mudahan, saya bisa nambahin lagi tulisan tersebut secara lebih gambalng di sela-sela kesibukan …
February 14th, 2009 at 8:14
aslm bapak…
saya mahasiswa teknologi pendidikan upi angkatan 2008..
saya masih awam masalah teknologi pendidikan,
saya mau tanya, universal proposition dan predicted statement itu apa ya pak? gimana contoh nya?
dan saya kosentrasi perekayasa pembelajaran, kalo boleh tanya, sasaran tekpen ini ntar kemana ya pak?
February 15th, 2009 at 11:55
Wah selamat ya. untuk menegtahui tepe lebih jauh silakan buka di http://www.fakultasluarkampus.net/kompetensi-sarjana-teknologi-pendidikan atau http://www.fakultasluarkampus.net/instructional-technology-what-is-it atau semua ratikel dalam bloig ini berbicara tentang teknologi pendidikan. buka pula di http://teknologipendidikan.net itu juga blog yang saya kelola termasuk juga http://tpers.net dan http://iptpi.net
February 21st, 2009 at 3:58
bapak…….yang waktu itu dy memohon “pengembangan blended u matakuliah bapak” jadi yah pak……u tesis dy….bapak sekalian dosen pembimbing (ke-3)yah. tapi secara de facto bapak dosen pembimbing 1 yah….oh yah pak…..kok bapak pinter banget seh!!!!! bagi2 donk pak kemampuannya…transfer gitu
February 21st, 2009 at 3:59
kata temen2 dy, tulisan bapak sangat membantu…
June 2nd, 2009 at 9:28
mas apa sih bedanya antara e-learning dengan tutorial…?
October 19th, 2009 at 3:56
Tlsannya bagus dan brmanfaat.saya boleh izin me-link-kan tlisan bpk ini ya?mkasih pak