Logo Background RSS

» Sinetron adalah Hantu …

  • Written by Uwes A. ChaerumanUwes A. Chaeruman 4 Comments4 Comments Comments
    Last Updated: April 11th, 2008

    Menurut Om Aristo, televisi adalah guru yang jahat. Kalo menurut saya, televisi, khususnya sinetron adalah hantu.

    Jadi, bukan hanya jahat tapi juga serem alias menakutkan. Hi hi hi hiiiiiiiiiii. Bagaimana menurut Anda?

    Tahukah Anda karakteristik utama hantu? Konon menurut cerita, saya sendiri tak pernah melihat, yang namanya hantu itu tidak pernah menyentuh tanah. Coba Anda perhatikan, sinetron-sinetron TV kita saat ini. Yang lebih ditonjolkan adalah kehidupan orang-orang yang selalu turun naik mobil mewah dengan sepatu mewah berhak tinggi plus betis dan paha mulus, masuk rumah mewah, didalam rumah juga pake sandal, berkeliaran di malam hari. Hampir 90% kakinya gak pernah menyentuh yang namanya tanah. Bukankah itu hantu namanya?

    Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, di tengah iklim negara yang penuh korup, masyarakat dicekoki dengan gaya hidup yang mewah dan konsumtif. Padahal di sisi lain. masyarakat yang nun dekat disini dan nun jauh disana, terbentur masalah kebutuhan yang sangat mendasar, yaitu perut. Minyak tanah dan gas yang langka ditambah harga yang melonjak 2 – 3 kali lipat, harga telur ayam mencapai Rp. 12.000,- per kilogram. Tontonan televisi kita bukan lagi tuntunan tapi malah racun yang secara laten dapat merubah pola pikir dan budaya konsumtif, kekerasan, amoral de el el bagi masyarakat kita.

    Sinetron kita sudah tidak lagi mengungkapkan realitas dan semakin tidak logis. Saya mendambakan sinetron yang dapat membangun karakter bangsa seperti yang waktu kecil pernah saya lihat, seperti Aku Cinta Indonesia (ACI), Rumah Masa Depan yang dibintangi si Jojo (Dede Yusuf), atau Keluarga Cemara karya maestro Arswendo Atmowiloto….

    Lihatlah Israel, menurut pidato Presiden India, beliau mengatakan, “Ketika Israel habis di bombardir oleh Palestina, dalam koran harian pagi itu, yang ditonjolkan bukan kegetiran musibah, tapi keberhasilan seorang Israel yang berhasil menjadikan tanah tandus menjadi tempat penyimpanan pangan dan pertanian anggrek”. Nah, di kita? yang ditonjolkan adalah kesedihan, air mata, kekerasan, gosip, dan hal negatif lainnya.

    Akan seperti apakah kita? que sera sera, what will be will be….. rasanya jangan begitu lah …. :)

  1. #1 aristo
    April 11th, 2008 at 12:59

    aku gak takut tuh. jangan ngaku orang TP kalo gak bisa jadi pawang hantu. (sok pede)

    Post ReplyPost Reply
  2. #2 Uwes Anis Chaeruman
    April 12th, 2008 at 4:00

    he he he he. makanya wahai para TP, bikin sinetron yang bermutu dong!

    Post ReplyPost Reply
  3. #3 fahmi suryaningrat S.Pd
    January 17th, 2009 at 5:00

    betul pak sinetron sekarang bikin sesat tau tuh pak raam punjabinya buat sinetronya hanya menjual mimpi coba kalau pak uwesnya jadi produsernya pasti bikin sinetron yang bertemakan pendidikannya

    Post ReplyPost Reply
  4. #4 fahmi suryaningrat
    March 3rd, 2009 at 4:41

    Di singgung tentang maraknya pembuatan film horror di Indonesia, Shankar berpendapat bahwa hal tersebut memang tercipta akibat permintaan pasar, “Sejak jaman dulu, film-film yang laku di pasaran Indonesia kan film horror, jadi ya kita ikutin selera pasar aja, buat apa kita bikin film idealis jika hal itu tak bisa diterima oleh pasar

    Post ReplyPost Reply
Leave a Comment