Kelemahan Umum Karya Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran 2008

Commentby: Uwes A. Chaeruman on: September 9th, 2008

Lomba Pembuatan Multimedia Pembelajaran (LPMP) tahun 2008 telah berakhir. Minggu, 7 september 2008, para jawara telah resmi diumumkan di Hotel Grand Jaya Raya, Cisarua Bogor. 30 dari 84 Peserta terpilih sebagai nominator final, sembilan peserta meraih medali emas, empat peserta meraih medali perak dan tujuh peserta meraih medali perunggu, sisanya adalah juara harapan. Semua peserta finalis sebenarnya adalah jawara.

Dilihat dari aspek Desain Pembelajaran, beberapa kelemahan-kelemahan klasik memang masih muncul diantaranya yang paling banyak adalah sebagai berikut:

  • Ketidak sesuaian antara tujuan dengan kedalaman dan kecukupan materi serta kecukupan evaluasi hasil pembelajaran. Artinya begini, kadang kala karya lomba meliputi sekian banyak indikator yang diturunkan dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tertentu. sekian banyak indikator tersebut dirumuskan kembali kedalam sekian banyak tujuan pembelajaran. Namun demikian, materi yang disajikan dan evaluasi yang diberikan tidak mendalam dan mencukupi sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran tersebut.
  • Ketidak sesuaian antara tujuan dan materi dengan media yang diplih. Misalnya, materi tentang proses cara kerja jantung yang sebaiknya divisualisasikan dengan animasi, tapi hanya dengan gambar.
  • Kenapa demikian? Kelemahan-kelemahan tersebut lebih banyak disebabkan karena lemahnya dalam desain pembelajaran. Pendek kata, lemah dalam perencanaan. Artinya, pembuatan multimedia dilakukan sejadi-jadinya. Ketika mmebuat multimedia, lagi asik nih. Tiba-tiba kebelet. Ketika di toilet, baru ingat perlu animasi tertentu, kemudian baru ditambahin. Semuanya serba mendadak dan tidak terencana dengan baik. Padahal caranya mudah. Begini tipsnya!

    Buatlah tabel yang terdiri dari kolom KD, SK, Indikator, Tujuan, Materi dan Media. Berapa kolom tuh? Pokoknya kolom tabel tersebut landscape. Enam kolom ya. Pada kolom media, kita split menjadi lima kolom dimana setiap kolom diisi dengan teks, grafik, animasi, audio, video, dan simulasi. Dengan demikian, setelah mengisi materi, maka pada kolom media kita dapat menentukan media apa yang paling relevan untuk materi tersebut, apakah teks plus simulasi, animasi, de el el. tentu saja kita sudah pikirkan pula bentuk animasinya seperti apa. Begitu seterusnya. Ingat, multimedia is more visual than written. Jadi visualisasi itu amat penting baik dalam bentuk gambar, animasi, video de el yang penting relevan.

    Begitulah kira-kira “common mistakes” yang masih saja ditemui. Selamat BERDJOEANG terus!

     Viewed 186 times by 88 viewers

    share

    DeliciousFacebookDigg
    RSS FeedStumbleUponTwitter
    DeliciousFacebookDigg
    RSS FeedStumbleUponTwitter

    comments

    No CommentTell us what you think...?

    Please note: Use of a non-personal web site or blog in the field and/or comments that are off-topic, personal attacks, or support requests will likely be removed at my discretion.