Media Pembelajaran vs Alat Bantu Pembelajaran

Commentby: Uwes A. Chaeruman on: November 20th, 2008

Apakah ada bedanya …..
kayaknya ini salah satu lirik laginya Ebiet G Ade deh!

Apakah ada bedanya antara media pembelajaran (instructional media) dengan alat bantu pembelajaran (instructional aids)? Serupa tapi tak sama. Tapi, bagi Anda yang menekuni bidang ini, sebaiknya dapatlah membedakannya. Betul ga?

Katakanlah, ada beberapa media sebagai berikut: overhead projector, multimedia pembelajaran (CD-Pembelajaran), LCD projector, poster, video, audio-cassette. Manakah diantara media tersebut di atas yang termasuk dalam kategori media pembelajaran? Atau sebaliknya, manakah yang termasuk dalam kategori alat bantu pembelajaran? ha ha ha ha, bingung, kan? :)

Sebenarnya, kuncinya sederhana. Kapan suatu media hanya dikatakan sebagai alat bantu pembelajaran? Suatu media dikatakan sebagai alat bantu pembelajaran ketika pesan yang ingin disampaikan dari media tersebut tidak langsung ada dalam media itu, melainkan memerlukan penjelasan lebih jauh oleh narasumber (penyaji). Artinya, pesan yang ingin disampaikan masih ada sepenuhnya pada diri si penyaji. Contoh, slide presentasi yang biasa disajikan dengan alat yang bernama LCD projector, secara konsep masih dalam kategori alat bantu pembelajaran. Kenapa? Karena inti dari pesan yang ingin disampaikan masih memerlukan penjelasan dari orang yang akan menyajikan (presenter). Pesan yang ada dalam slide presentasi, masih bersipat point-point informasi (pointer) saja. Keberhasilan tujuan komunikasi yang ingin disampaikan melalui media tersebut masih sangat tergantung pada penyajinya. Itulah sebabnya, kita katakan sebagai alat bantu pembelajaran. Begitu pula halnya dengan OHP, Poster, Peta, dan lain-lain.

Bagaimana dengan buku, CD-pembelajaran, atau video pembelajaran, misalnya? Pesan yang dikandung oleh media tersebut untuk dikomunikasikan kepada penggunanya, sehingga pengguna tersebut dapat memahaminya dengan baik telah ada langsung (embeded) dalam media itu. Sehingga, walaupun tanpa penjelasan lebih jauh dari si pembuat (katakanlah penulis untuk buku), pengguna relatif akan memahaminya dengan baik. Itulah sebabnya, kita katakan sebagai media pembelajaran. Begitu pula dengan audio-cassette, dan lain-lainnya.

Penjelasan di atas menunjukkan kepada kita bahwa, by concept, media itu terbagi dalam dua kategori. Pertama media dapat dikatakan sebagai alat bantu pembelajaran dan kedua sebagai media pembelajaran. Ketika media berperan sebagai alat bantu pembelajaran, efektifitasnya sangat tergantung dari penyaji (narasumber) yang mengkomunikasikan pesan yang ada didalamnya. Sementara efektifitas media pembelajaran akan sangat tergantung pada ketepatan pemilihan media yang sesuai dengan tujuan serta karakteristik pengguna, dan ketepatan penggunaanny.

Tapi, walau demikian, apa yang saya sampaikan di atas adalah konsep klasik. Banyak pakar lain yang tidak mempermasalahkan hal diatas. Artinya, semuanya adalah media pembelajaran. Sebagaimana kata mbah Robert Gagne, yang mengatakan bahwa, “media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.” Karena ada juga pakar yang megelompokkan media pembelajaran kedalam kategori display (seperti papan tulis), media audio (mp3, akset audio), media audio-vsiual (video, film gerak), media visual yang diproyeksikan (OHP, slide presentasi, dll), media yang didistribusikan secara elektronik (radio, televisi, dll), media berbasis komputer (CD interaktif) dan lain-lain.
Begitu kawan. Tulisan ini ditujukan untuk ade-ade mahasiswa yang baru masuk ke padepokan teknologi pendidikan, di lembah Daksinapati, Universitas Negeri Jakarta.

SELAMAT BERDJOEANG KAWAN…. :)

 Viewed 444 times by 194 viewers

share

DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter
DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter

comments

No CommentTell us what you think...?

Please note: Use of a non-personal web site or blog in the field and/or comments that are off-topic, personal attacks, or support requests will likely be removed at my discretion.