Tips Membangun Karakter Remaja Kita …
Sabtu, 26 Januari, Jam 9 Malam di Mesjid Babussalam, Kompleks Lembah Pinus, Pamulang.
Agak dingin, tapi gak hujan sih. Kami, pengurus DKM Mesjid Babussalam dan unsur RW serta masyarakat jemaah mesjid, berkumpul bersama membahas issu maha penting, mungkin lebih penting daripada maslah Jalur Gaza di Palestina. Apakah itu? Membicarakan peran lingkungan mesjid dan masyarakat dalam membantu membangun karakter remaja suapaya kelak siap menjadi generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Saya kebetulan diminta berbicara tentang tips bagaimana membangun karakter dan menanamkan nilai pada diri anak khususnya remaja. Saya sempet bercerita bahwa dulu, ketika marak-maraknya tawuran pelajar atau maraknya kenakalan remaja, beberapa kalangan menyarankan perlunya jam pelajaran agama ditambah. Pertanyaanya, apakah memecahkan masalah kenakalan remaja, termasuk kenakalan orang tua, cukup hanya dengan cara menambah mata pelajaran agama? Tentu saja jawabnya tidak.
Pembentukan watak dan penanman nilai, tidak hanya cukup dengan kata-kata, ceramah dan pengajian. Tapi, harus diinternalisasikan dalam semua aspek aktifitas hidup baik di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat itu sendiri. Contoh sederhana, nilai jujur, menghormati perbedaan, atau watak bertanggung jawab, dapat kita tanamkan ketika mereka belajar fisika dengan strategi “problem solving” di kelas. Artinya, sambil belajar fisika, ada agenda tersembunya dimana nilai-nilai universal dan kerpibadian anak secara tidak sadar terbangun dalam dirinya. Begitu pula halnya dengan disiplin, tanggung jawab, terbuka, katakanlah, dapat kita bangun ketika kita makan bersama dengan anak-anak di rumah. Dengan dilakukannya rutinitas makan malam bersama setiap jam tertentu, diiringi dengan tradisi ngobrol/diskusi terbuka, dan membersihkan atau mencuci bekas perkakas makannya masing-masing, maka karakter disiplin, tanggung jawab, terbuka dan lain-lain tersebut akan dengan sendirinya terbangun. Hanya satu tantangan yang diperlukan disini, yaitu pentingnya MODELING atau bahasa umumnya TELADAN yang KONSISTEN. Itu saja, lebih dari CUKUP! Masalahnya, maukah dan sanggupkah setiap orang dewasa menjadi MODEL/TELADAN bagi yang lebih muda?
Inilah masalahnya. Jangan jauh-jauh dalam konteks Indonesia dewasa ini, disatu sisi para pakar pendidikan mengumbar semangat berantas kenakalan rema (juvenile delinquency), tapi di sisi lain kenakalan orang tua justeru menjamur, seperti maraknya berita selingkuh di TV, belum lagi korupsi dan lain-lain.
Nah, dalam kesempatan pertemuan tersebut, saya menyarankan bahwa untuk membangun karakter remaja di lingkungan Mesjid Babussalam atau lingkungan kompleks lembah pinus, harus melakukan beberapa hal:
- Membuka peluang aktifitas apa saja yang memungkinkan bisa mewadahi bakat dan minat para remaja.
- Untuk itu diperlukan sinergi antara Mesjid dengan Aparat RW dan Warga untuk menjadi mentor atau pendamping dalam aktifitas tersebut. Misalnya ada wadah untuk remaja yang berminat dalam bidang olah raga volley ball.
- Melalui para mentor atau pendamping itulah kelak, nilai, watak dan kepribadian positif lain disuntikkan atau digembleng, sehingga secara tidak sadar dan tidak langsung nilai-nilai tersebut atau pembangunan karakter akan tertanam dan terbangun dengan sendirinya pada diri mereka.
Intinya, demikian. Dengan demikian, pendidikan nilai tidak hanya terjadi karena melalui kegiatan pengajian, ceramah agama dan lain-lain yang dianggap membosankan dan tidak menarik bagi mereka. Namun, demikian hal-hal seperti ini bukan berarti tidak harus dilakukan. Tetap harus dilakukan secara reguler sebagai pertemuan untuk mengumpulkan mereka dan untuk memperoleh wawasan religi yang lebih luas dan mendalam. Aplikasinya, tertanam dan terbangun secara tidak sadar dari aktifitas yang dia alami dalam wadah aktifitas tersebut.
Untuk mewujudkan hal ini perlu sedikit trik atau metode dalam setiap pekasanaan aktifitas mereka. Kalo kita mengacu pada teori experiential learning-nya David Kolb, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh mentor atau pembimbing, yaitu:
- Tantang : timbulkan rasa ingin tahu atau ingin melakukan
- Sharing : ajak berdiskusi, ceritakan pengalaman
- Rencanakan : ajak mereka untuk mengatur strategi apa yang akan dilakukan untuk mencapai tantangan
- Lakukan : lakukan seperti apa yang direncanakan
- Ambil hikmah : ajak mereka untuk merefleksikan apa yang mereka rasakan secara terbuka
Contoh konkrit? Misalnya remaja berminat dalam tenis meja. Maka dibentuk wadah semacam klub tenis meja dengan satu atau beberap mentor sebagai pembimbing. Bagaimana menerapkan lima langkah di atas? Kira-kira begini:
TANTANG:
Mentor menunjukkan teknik dasar serve yang menyulitkan lawan. Dengan gaya bahasa tertentu mentor mennatang bahwa kalian bisa melakukan hal tersebut bahkan lebih baik.
SHARING:
- Mentor bercerita bahwa serve tersebut dalam konteks tertentu dapat digunakan untuk mencuri point dll.
- Ajak pula remaja untuk memberikan sharing pengalaman tentang hal yang sama
RENCANAKAN:
Mentor memberikan waktu kepada mereka untuk berpikir sejenak, merenungkan dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan
LAKUKAN/ALAMI:
- Biarkan mereka melakukan dengan sesuai dengan rencana atau cara yang telah mereka pikirkan tadi.
- Pengarahan diberikan ketika mereka mengalami kesulitan dan kesalahan
- Minta teman lain untuk mengamati cara temannya tersebut melakukan serve
AMBIL HIKMAH
Semua remaja berkumpul. Secara terbuka mereka diminta merefleksikan pengalamannya masing-masing.
Kawan yang lain boleh juga diminta untuk memberikan masukan
Jika memngkinkan mentor mengutip hadits atau ayat Al-qur’an, qiyas atau analogi religi tertentu untuk konteks yang relevan.
Setelah itu, jika wktu memungkinkan proses bisa diulang
Jika tidak, ditutup dengan meryakan melalui yel yel dan lain-lain untuk kemudian diakhiri dengan berdoa bersama.
Ini hanya sekedar contoh. Dalam prakteknya, masing-masing mentor diharapkan dapat berimprovisasi sendiri …..
Oh ya, presentasi saya dapat Anda download disini: membangun-kepribadian-remaja.(ppt on pdf)
Semoga bermanfaat dan menjadi inspirasi. SELAMAT BERDJOEANG!
Viewed 362 times by 230 viewers








share