Logo Background RSS

» Kita Harus Belajar dari Kampung Kuta, Ciamis

  • Written by Uwes A. ChaerumanUwes A. Chaeruman 1 Comment1 Comment Comments
    Last Updated: March 31st, 2009

    Musibah Situ Gintung, adalah contoh musibah karena ulah manusia yang menentang alam. Rasanya banyak kejadian atau musibah lain yang disebabkan oleh ulah kita, manusia.

    Di sela-sela workshop koordinasi Jardiknas, di Hotel Perdana Kusuma Bandung, saya sempat nonton acara TV One bertajuk katulistiwa. Saat itu ditayangkan kisah suatu kampung apik bernama kampung Kuta di Ciamis selatan. Sebelum itu saya nonton acara musibah situ gintung.

    Dipikir-pikir, kenapa kita tidak belajar dari kampung Kuta. Betapa, yang namanya “tabu” membuat kampung tersebut aman, tentram, jauh dar musibah. Bayangkan, untuk rumah dilarang menggunakan semen, bata dan lain-lain. Semua harus terbuat dari kayu dengan atap kalo gak ijuk ya daun. Memiliki sebuah gunung alias hutan yang dikeramatkan. Dengan hutan yang dikeramatkan tersebut maka kampung tersebut diselamatkan dari musibah kekeringan, banjir dan longsor.

    Kita tidak harus melihat sisi “keramat” dari adat yang diterapkan disana. Tapi, yang kkita lihat adalah adanya tatanan atau tata aturan yang memungkinkan terjadinya keseimbangan alam. Dimana, tata atauran dan atau adat terseut dipegang teguh dan dilaksanakan dengan penuh keyakinan. Seharusnya, kita punya adat bahwa yang namanya resapan air jangan dijadikan perumahan atau mall, jangan pula bangun rumah dibawah bendungan sungai/danau seperti di Situ Gintung. Pemda Tangerang mengatakan bahwa ke depan akan dilarang membangun bangunan atau rumah di situ gintung.

    Tapi, ya susah. namanya manusia memiliki sifat rakus dan mementingkan diri sendiri. Bayangkan untuk memenuhi kepentingan sendiri, kita harus naik kendaraan berasap yang merugikan alam hanya agar mempercepat sampai tujuan. Begitu, ga?

  1. #1 fahmi suryaningrat S.Pd
    March 31st, 2009 at 5:51

    semoga yang kena musibah di situ gintung diberi ketabahan oleh Allah Swt

    Post ReplyPost Reply
Leave a Comment