Monitoring and Evaluasi
Hotel Horison, Bekasi, 20 – 22 Maret 2009
Hmmmm kata Pak Ade, kita ini ketahuan bukan orang yang sudah sejahtera. Nyatanya, ari sabtu and minggu masih aja kerja cari duit. Ha ha ha, secara gitu lho, ternyata saya belum MERDEKA, masih dijajah oleh kerjaan….
Be te we terlepas dari itu semua, kita-kita saatitu sedang workhsop nyusun panduan dan instrumen monitoring dan evaluasi untuk diklat jarak jauh yang sedang kami rintis bekerjasama dengan Pusdiklat Teknis Keagamaan Departemen Agama. Ini dia website e-learningnya : http://djj.pusdiklatteknis.depag.go.id
Secara, dalam workhop tsb ada sedikit debat kasur, mengenai konsep monitoring and evaluation. ha ha ha, namanya juga workshop, musti ada perbedaan, kalo seragam bukan workshop namanya, tapi PENATARAN.
tul ga? nah karena alasan itulah sy coba hubungi Om Google, dan ketemu deh konsepnya. Alangkah baiknya kita bagi disini. Boleh dong, wonk ini website saya sendiri ko.
Begini kisahnya …
- Sebenarnya, monitoring adalah suatu proses kontinyu yang dilakukan untuk memastikan hal-hal apapun dari suatu proyek atau program yang sedang dijalankan berjalan secara efektif, efisien dan sesuai dengan langkah atau rencana yang telah disusun sebelumnya. Intinya begitu, bukan? Pokoknya untuk memastikan apa yang dilakukan akan berjalan sesuai dengan rencana. Nah, oleh karena itu, monitoring harus dilakukan secara kontinyu atau reguler, misalnya bulanan, per smester, tahunan, dan lain-lain. Oleh karena itu pula, maka dalam melakukan monitoring harus jelas indikator-indikator apa saja yang harus kita pantau …. kalo ga jelas, maka ga jelas juga program/proyek yang sedang berjalan atau kita lakukan. Begitu, kata teorinya.
Pertanyaan selanjutnya adalah untuk apa sebenarnya fungsi monitoring tersebut. Monitoring kita lakukan dengan tujuan untuk:
untuk menghasilkan kinerja yang terbaik dengan cara memperoleh feedback dari semua pihak atau aspek yang sedang kita kerjakan. Misal ketika kita membangun suatu bangunan, kita memperoleh input/feedback dari tukang, dari supervisor, dari arsitek dan unsur pelaksana lain dari proyek bangunan tersebut. - untuk meningkatkan rencana kerja dan melakukan tindakan perbaikan segera terhadap beberapa penyimpangan (deviasi) yang mungkin terjadi.
untuk menjajaki progress dan perubahan yang terjadi dari sisi input, proses maupun output melalui sistem pelaporan dan pencatatan reguler.
membantu pengambil keputusan, seperti manajer proyek/program dalam menentukan hal-hal apa saja yang memerlukan fokus perhatian penuh atau usaha yang lebih dan hal mana yang kurang prioritas, atau hal mana yang harus segera diluruskan, dikembalikan, diarahkan menuju tujuan ideal sesuai rencana. - temuan hasil monitoring selanjutnya akan menjadi bahan atau bagian dari alat evaluasi untuk intervensi selanjutnya.
Nah apakah evaluasi itu? Sederhananya begini, evaluasi adalah sekumpulan aktifitas yang dirancang untuk menentukan nilai atau harga dari suatu program, proyek atau intervensi tertentu. Misal, ada suatu proyek/program keluarga berencana. Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah proyek tersebut berhasil, kurang berhasil, atau gagal. Namun demikian, evaluasi bisa bersifat formatif, artinya temuan evaluasi dijadikan sebagai acuan untuk melakukan revisi atau perbaikan, tapi bisa juga bersifat sumatif untuk menentukan efektif atau tidak, berhasil atau tidak, layak atau tidak sehingga memungkinkan suatu proyek/program perlu dilanjutkan atau distop. begitu …..
Dengan demikian tujuan evaluasi adalah untuk mengukur dan menilai pengaruh, hasil atau produk dan dampak dari suatu intervensi/program/proyek sebagai acuan pengambilan keputusan baik selama pelaksanaan program maupun untuk tindak lanjut pelaksanaan porogram ke depan. Lebih enaknya, mendingan kita lihat perbedaan antara keduanya deh!
- Dari sisi frekuensi; monitoring bersifat reguler dan kontinyu, sedangkan evaluasi bersifat episodik (waktu-waktu tertentu ketika suatu proyek, program selesai).
- Dari sisi tujuan utama; monitoring bertujuan untuk membuat tetap pada jalur, menyesuaikan dengan rencana dan meningkatkan efisiensi. Sedangkan evaluasi bertujuan untuk mengukur keberhasilan, meningkatkan efektifitas, mengukur dampak, dan melakukan perbaikan kedepan.
- Dari sisi fokus; monitoring memfokuskan diri pada input, output, proses dan rencana kerja. sedangkan evaluasi memfokuskan diri pada efektifitas, relevansi, dampak, dan efektifitas biaya.
Nah begitu kira-kira. SELAMAT BERDJOEANG!
Viewed 306 times by 154 viewers







share