Logo Background RSS

» Kriteria “Learning Objects” yang Efektif dan Bermutu

  • Written by Uwes A. ChaerumanUwes A. Chaeruman 4 Comments4 Comments Comments
    Last Updated: April 1st, 2009

    Dalam konteks e-learning atau pembelajaran di era informasi saat ini kita mengenal istilah “Learning Objects”. Saya, personally agak sulit menerjemahkannya dalam bahasa Indonesia, apakah Obyek Belajar atau mungkin ada istilah lain. Namun, yang jelas learning objects secara definisi adalah segala konten digital (bahan belajar digital) yang dapat digunakan dan digunakan ulang untuk pembelajaran. Learning objets memiliki karakteristik modular (penggalan), fleksibel, portabel (mudah dibawa), interoperable (mudah dirubah atau ditransfer) dan mudah diakses. Learning objects yang efektif idealnya merupakan kombinasi antara teks, grafik, animasi, simulasi, audio, video dan bersifat interaktif, tidak seperti buku cetak biasa.

    Coba kita perhatikan definisi learning objects sebagai berikut:

    Learning objects are small stand-alone “chunks” of information designed to be easily reused and repackaged to meet the needs of different audiences. They typically are designed to achieve a certain narrow learning objective and may contain an assessment to determine success against that objective (Learning Objects Network, 2004, para. 1)

    null

    Sama seperti definisi di atas, bahwa learning objects memiliki ciri penggalan tunggal tapi utuh (chunks), tapi dirancang sedemikian rupa agar bisa digunakan ulang dan dikemas ulang untuk kebutuhan berbeda-beda. Jadi learning obects, dirancang untuk memenuhi pencapaian suatu tujuan pembelajaran yang sangat spesifik, tapi utuh. Kira-kira begitu.

    Contoh Learning object adalah sebagai berikut, silakan klick link dibawah ini:

    Dalam konteks tulisan ini, saya ingin mecoba menekankan kriteria Learning Objects yang efektif dilihat dari berbagai aspek. Berikut kirterianya:

    • Kualitas Materi (Konten); materi harus bebas dari kesalahan alias akurat, bebas bias, tidak memungkinkan kesalahan pemahaman, to the point (alias gak berbelit-belit, langsung ke gagasan utama).
    • Relevansi Tujaun Pembelajaran; tujuan relevan dengan audiens, tujuan relevan dengan materi, aktifitas dan assessment, tujuan cukup sepsifik, dalam, dan dapat dicapai baik oelh guru dan siswa (achievable).
    • Feedback dan adaptasi; maskudnya adalah learning objects harus memiliki kemampuan untuk (1) menjembatani pesan pembelajaran atau aktifitas pembelajaran sesuai dengan karakteristik audiensnya; (2) merangsang pengguna (aduiens) untuk mengkonstruk pengetahuan dan memberikan respons yang tepat atas input yang diberikan oleh pengguna/audiens.
    • Motivasi; maksudnya learning object harus mampu memotivasi pengguna untuk melakukan atau mengalami proses pembelajaran. Oleh karenanya, isi materi harus menarik dan sesuai minat pengguna, memberikan option atau pilihan alternatif (branching, tidak linier), menarik, penuh dengan aktifitas yang kontekstual atau nyata dengan kehidupan pengguna,  menantang (dengan pendekatan simulasi, game dan lain-lain yang relevan).
    • Desain sajian; dari sisi desain sajian harus interaktif, navigasi mudah, ilustratif, mengoptimalkan format media yang relevan (animasi, video, audio, grafik, teks, dll), keterbacaan tinggi, dilengkapi dengan warna, layout, dan aspek kosmetik lain yang menarik relevan tapi tidak menjadi distraktor terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
    • Interaksi; navigasi jelas, mudah, dan konsisten. desain interface konsisten dan menarik, dilengkapi dengan panduan yang jelas dan singkat.

    kira-kira seperti itulah yang namanya learning objects dan kriteria umum yang harus dipenuhi. Bagi Anda yang akan melakukan penelitian dari sisi ini, sebaiknya dimensi/kriteria diatas lebih dielaborasi lagi lebih dalam menjadi kisi-kisi instrumen yang lebih komprehensif.

    semoga bermanfaat. Selamat BERDJOEANG!

  1. #1 raiderhost
    April 6th, 2009 at 3:10

    pertamax… tulisane keren2 kang..

    siap dicontoh niech

    Post ReplyPost Reply
  2. #2 Uwes A. Chaeruman
    April 6th, 2009 at 8:15

    hatur nuhun. thanks.

    Post ReplyPost Reply
  3. #3 Esi Febrina
    June 24th, 2009 at 7:02

    Terima kasih atas tulisannya.
    Ada yang mau saya tanyakan, LO tersebut dibuat oleh ahli materi, atau disainer pembelajaran atau ahli materi yang dibantu disainer pembelajaran? Berdasarkan tulisan tersebut, LO ini merupakan bidang garapan dari Teknologi pendidikan sehingga dimungkinkan tidak semua ahli materi yang paham dalam mengembangkan LO tersebut.

    Lalu pertanyaan kedua saya, apakah Learning object tersebut disusun untuk satu topik pembahasan atau satu course (mata kuliah)

    lalu pertanyaan ketiga apakah bedanya antara Learning object dengan program mapping yang dikemukakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam Panduan Teknis Penyusunan dan Penilaian Dana Insentif Pengembangan Bahan Pembelajaran untuk PJJ S-1 PGSD tahun 2008.

    terima kasih atas jawaban yang bapak berikan

    Post ReplyPost Reply
  4. #4 Uwes A. Chaeruman
    June 24th, 2009 at 8:10

    Dear Esi…
    1. LO dibuat bersama-sama oleh tiam yang tedriri dari seperti yg kamu sebutkan tersebut.
    2. LO memang per “chunk” dan tuntas, sama seprti kita membuat modul cetak, saya pake istilah ini karena kamu mhs TP UNJ, jadi satu persepsi. Sehingga, untuk satu cours/mata kuliah katakanlah akan tedapat beberapa LO yang jika digabungkan satu sama lain akan merupakan course utuh.
    3. Program mapping dan LO konteksnya berbeda kali. tapi kalo program mapping itu mengidentifikasi topik-topik menjadi lei khusus (chunk), dan akan dijadikan dasar pengembangan bahan pembelajaran maka akan sama dengan LO

    Demikian. SELAMAT BEDJOEANG!

    Post ReplyPost Reply
Leave a Comment