Tips Skripsi: Pengembangan dan Evaluasi Media Pembelajaran

Commentby: Uwes A. Chaeruman on: July 1st, 2009

Dear pembaca… mohon maaf sudah lama tidak posting artikel disini. Kali ini say a ingin menyoroti masalah kelemahan dalam skripsi yang dilakukan mahasiswa khususnya ketika mereka melakukan pengembangan media pembelajaran. Mudah-mudahan ini bermanfaat.

Di jurusan Teknologi Pendidikan di Universitas Negeri Jakarta dimana saya juga mengajar disana, semakin banyak teman-teman mahasiswa S1 yang melakukan skripsi dengan pengembangan dan evaluasi bukan penelitian. Diantaranya pengembangan media pembelajaran dan evaluasi media atau evaluasi program.

Beberapa kali saya menguji skripsi atau menguji dalam seminar hasil skripsi, ada satu hal penting yang terlewat pada tahap expert review (baik kepada ahli media, ahli desain pembelajaran, ahli materi, atau ahli lain). Dalam melakukan expert review, kebanyakan mahasiswa hanya mengirimkan suatu angket dengan skala penilaian 1 s/d 5. Tidak salah sih dengan angketnya. Hanya saja butir-butir pernyataan dan deskriptor untuk setiap skala tersebut. Mahasiswa sebaiknya memberikan panduan penilaian lengkap dengan deskriptornya. Contoh deskriptor adalah sebagai berikut:

Ketika Anda membuat suatu pernyataan, “Kualitass audio”, misalnya. Apa kriteria bagi ahli yang akan mengisi kuesioner tersebut untuk memberikan nilai pada skala 1, 2, 3, 4 atau 5? Sebaiknya Anda buat keriteria/deskriptor sebagai berikut, misalnya:

1 = jika suara tidak terdengar sama sekali

2 = jika suara terdengar tapi lebih banyak noise (berisik)

3 = jika suara terdengar dengan tingkat noise (berisik) yang tidak menggangu

4 = jika suara terdengar lebih bersih dengan tingkat noise (berisik) hampir tidak ada

5 = jika suara terdengar dengan bersih tanpa noise (berisik) sama sekali.

Nah deskriptor/kriteria seperti diatas, hendaknya dibuat untuk semua butir pernyataan dalam angket.

Permasalahn kedua, mahasiswa hanya mengandalkan angket tersebut sebagai bahan masukan untuk revisi ketika mengembangkan media pembelajaran atau ketika mengevaluasi media pembelajaran. Padahal hasil dari angket gtersebut hanya menggambarkan beberapa keunggulan dan kelemahan (deviasi) dari produk yang kita kembangkan atau evaluasi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda meminta input yang lebih konkrit untuk setiap aspek secara lebih rinci.

Berikut adalah input konkrit yang saya berikan ketika ada satu mahasiswa dari Fakultas MIPA yang meminta saya sebagai ahli media. Silakan download disini: media-expert-opinion-untuk-ebook-inti-atom-dan-radioaktifitas
Mudah-mudahan bermanfaat, dan menjadi inspirasi.

Masalah lain, ketika sidang skripsi, mahasiswa tidak menunjukkan proses ketiak draft awal seperti apa, masukan dari ahli seperti apa, perbaikannya menjadi bagaimana, kemudian dilakukan evaluasi satu-satu, masukannya seperti apa, hasil revisinya seperti apa, dan setelah evaluasi kelompok kecil atau mungkin uji lapangan masukannya seperti apa dan hasil revisi akhirnya seperti apa. semua proses itu tidak ditunjukkan atau dibuktika, yang ditunjukkan hanyalah hasil akhir. Ini menjadi titik kelemahan dari keilmiahan produk yang dikembangkan, khususnya bagi Anda yang skripsi dengan pengembangan.

Artikel ini saya khususkan untuk para mahasiswa TP yang skripsinya sedang dana akan saya bimbing. Jika memang berkenan, juga diperuntukan bagi para mahasiswa lain dimana saja yang skripsinya adalah pengembangan atau evaluasi.

SELAMAT BERDJOEANG!

 Viewed 566 times by 306 viewers

share

DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter
DeliciousFacebookDigg
RSS FeedStumbleUponTwitter

comments

No CommentTell us what you think...?

Please note: Use of a non-personal web site or blog in the field and/or comments that are off-topic, personal attacks, or support requests will likely be removed at my discretion.