Metode Jigsaw

Suatu hari, Ibu guru bernama XYZ secara tidak sengaja lewat disamping sekerumunan siswa yang tengah bergceloteh ria. Siswa-siswa tersebut berceloteh bahwa kelas sangat tidak begitu menyenangkan, membosankan, Bu XYZ wajahnya seram, bisanya teriak-teriak dan marah-marah. Kalo ngajar gitu-gitu aja. Kira-kira begitu keluh kesah mereka.
Mengapa hal tersebut terjadi? Ibarat tukang, maka seorang guru harus memiliki berbagai perkakas untuk bekerja. Bagi tukang dia harus punya gergaji untuk memotong, pahat untuk memecah tembok, palu untuk memukul paku, cangkul untuk menggali tanah, water pass untuk mengukur keseimbangan dan lain-lain. Begitu pula guru harus memiliki perkakas mengajar. Tampilan ceria untuk mengundang kedekatan, ice breaker untuk memulai pembelajaran, dan berbagai metode serta teknik untuk tujuan dan situasi pembelajaran tertentu yang ingin dicapai.
Ilustrasi di atas menggambarkan bahwa bu XYZ mungkin hanya menggunakan satu teknik mengajar saja setiap harinya dan monoton itu-itu saja plus wajah yang kusut, murung disertai marah-marah. Bayangkan kalo otu terjadi setiap hari, betapa kelas adalah neraka bagi siswa. Tapi ini tidak terjadi dalam kelas kita.
Nah sekarang mari kita lihat salah satu metode mengajar yang memungkinkan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran yaitu metode Jigsaw. Salah satu kelebihan jigsawa adalah membuat siswa belajar tanpa ia sendiri merasa kalau sedang belajar. Belajar tanpa sadar alias mengalir begitu saja. Jigsaw cocok untuk mengajarkan beberapa konsep yang saling terkait satu sama lain. Misalnya, konsep tentang awan yang terdiri dari beberapa jenis.
Apa langkah-langkah yang harsu dilakukan?
Pertama adalah persiapan. Misalnya, seorang guru statistik akan mengajarkan suatu konsep mean, median dan modus. Maka, pertama kali ia harus mempersiapkan tiga jenis handout, yaitu mean, median dan modus. Tentu saja handout tersebut dilengkapi dengan deskripsi singkat dan contoh.
Hal kedua yang harus dilakukan adalah menyiapkan quiz, untuk mengukur keberhasilan siswa dalam menguasai konsep tersebut. Hal penting yang harus diperhatikan dalam kuis ini adalah dibuat semenarik mungkin dan tidak ada penilaian. Hanya untuk mengukur penguasaan dan “just for fun”.
Langkah berikutnya adalah mempersiapkan kelas, akan dibagi berapa kelompok, pengaturan kursinya seperti apa, apakah lesehan dibawah dan lain-lain. Karena hanya ada tiga konsep, maka pengelompokkan siswa terbagi kedalam tiga kelompok. semakin kecil anggota kelompok maka akan semakin bagus.
Selesai sudah persiapan. Langkah selanjutnya adalah ketika akan memulai kelas. Maka, berikanlah pembuka dengan menjelasakan apa yang akan mereka harus lakukan. Sebaiknya pada pembukaan dilakukan pula appersepsi yang menarik dan kontekstual dengan apa yang akan diajarkan. Juga jrlaskan kepada siswa, bahwa mereka tidaka akan diajar, tapi akan saling mengajarkan satu sama lain. dan diakhir pelajaran akan ada kuis yang menarik. Dengan demikian, siswa akan merasa tertantang dan ingin tahu lebih jauh.
Langkah selanjutnya, buat aturan main. seperti tidak ribut. bekerja dalam kelompok dan lain-lain. Kemudian diceritakan pula langkah-langkah yang harus mereka tempu dalam melakukan tugas per kelompok tersebut. Setelah itu mulailah bekerja sesuai dengan kelompok masing-masing.
Selengkapnya dapat Anda lihat dalam video berikut:
Semoga bermanfaat. SELAMAT EBRDJOEANG!
Viewed 1058 times by 697 viewers







share