Logo Background RSS

» Aku, Negeriku dan Sepak Bola Amatir

  • Written by Uwes A. ChaerumanUwes A. Chaeruman No Comments Comments
    Last Updated: December 3rd, 2009

    main-bola2
    Aku teringat waktu kecil dulu. Kira-kira umur 8 – 10 tahunanlah. Waktu itu ikut kompetesi sepak bola anak-anak antar kampung. hmmmm lucu. Pingin tahu lucunya? Begini, dimana ada bola distu kami berkerumun. bola ke barat berkerumun ke barat, bola ketimur, kami berkerumun ke timur. Begitu seterusnya. Maklum, kita ga tahun teknik bersepakbola yang baik. Alhamdulillah, kami kalah dalam semua pertandingan … he he he
    Ketika nonton final antara dua kampung, saya penasaran apa yg membuat mereka berhasil. Ternyata, hanya satu hal, mereka tidak mengejar arah bola secara berkerumun. namun membagi bagiannya masing-masing. Itulah taktik.
    Kenapa saya bercerita ini? apa hubungannya dengan NEGERI kita?
    Tentu ada. Permainan bola amatiran yg kami lakukan ketika waktu kecil tersebut diatas, persis seperti kondisi negeri kita saat ini. Ketika kasus Antasari muncul, semua berkerumun ke kasus itu, seolah-olah hanya itu yang terpenting dalam kehidupan Indonesia. Ketika kasus Bibit-Chandra muncul, kembali fokus perhatian tersita penuh ke kasus tersebut. dan kini, ketika kasus Century muncul semua media, smeu pusat perhatian ornag beralih ke kasus tersebut. Persis seperti permainan sepak bola amatiran yg saya lakukan waktu kecil bukan?
    Kalo kita asosiasikan kesana, maka negeri kita adalah negeri amatiran dong? kalo semua terfokus ke century, seolah-olah century ini yang penting, opadahal masih banyak hal penting lainnya lagi, dan bahkan lebih berimage positif dan membangun rasa kebanggaan bangsa ini yang mestinya ditonjolkan lewat media yang dapat menggugah semua massa republik ini. Kondisi seperti ini, justeru mendorong opini publik lokal, bahkan internasional mempersepsi bahwa negeri kita ini bobrok. dan memang iya. Tapi, dibalik kebobrokan negeri ini, saya yakin masih buanyak, dan bahkan lebih banyak hal positif, hal membanggakan dan hal-hal lain yang dapat membangun masyarakat ini percaya diri dan bangga akan negerinya. Tapi, sayang, semua itu tenggelam oleh satu kasus yang memang besar dan dilakukan oleh segelintir manusia (oknum).
    Please, deh. Balikkan kebanggaan negeri, rasa nasionalisme, dan kepercayaan diri bangsa dengan mengedepankan secara seimbang informasi-informasi yang penting. Walaupun bukan berarti, masalah itu tidak harus diungkap. tetep WAJIB hukumnya untuk diungkap …. sampai tuntas, tas tas tas

Leave a Comment