Logo Background RSS
-->

» Instructional Technology

  • Strategi Pembelajaran: Integrasi Metode dan Media
    By Uwes A. Chaeruman on February 18th, 2010 | No Comments Comments
    Berbicara strategi pembelajaran, pada dasarnya bicara tentang bagaimana memilih, menentukan metode dan media serta meramukeduanya dalam suatu kondisi tertentu menjadi suatu strategi pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Jadi, preskripsi alias resepnya adalah begini: Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (kalo ngacu ke domain menurut Bloom: kognitif, psikomotorik, afektif atau kombinasi semuanya); Dengan kondisi tertentu (baik karakteristik siswa tertentu, maupun kondisi lingkungan, sekolah, sosial, budaya dan lain-lain); Kombinasi metode dan media apa saja yang paling tepat untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut secara efektif, efisien dan menyenangkan tentunya. Resep tersebut diatas sebenarnya diadaptasi dari resep yang dikemukakan oleh Reigeluth. Kemudian, di ... Read more »
  • Guru, Teknologi dan Penerapannya di Kelas
    By Uwes A. Chaeruman on February 10th, 2010 | No Comments Comments
    PROLOG : “Tidak Ada Satu Aktifitaspun yang Tidak Membutuhkan Teknologi” Ibarat iklan Teh Sosro, “APAPUN MAKANANNYA, MINUMANNYA TEH BOTOL”. Apapun aktiftas hidup kita, seperti tidur, berkomunikasi, melakukan hiburan, belanja, dan lain-lain maka bantuannya adalah TEKNOLOGI. Ketika kita mau ambil uang di Bank, kita memerlukan aplikasi pengambilan uang, diisi, antri, menuju kasir dan mendapatkan uang. Ada satu cara yang lebih cepat, tapi memerlukan teknologi yang bernama ATM (Automatic Teller Machine) dan lokasi kita dekat dengan counter /kios ATM. Ketika kita mau memasak sayur asam, maka kita memerlukan semacam resep masakan sayur asam yang enak, perlu kompor gas (kompor biasa), kuali, dan lain-lain. Ketika kita ... Read more »
  • Technology: antara HardTech vs SoftTech …
    By Uwes A. Chaeruman on January 19th, 2010 | 1 Comment1 Comment Comments
    Suatu ketika, 9 Januari 2010, dalam suatu acara seminar di Universitas Batu Raja, Batu Raja, Palembang, saya bertanya pada seorang peserta, ibu-ibu yang juga seorang guru. "Ibu, tahu yang namanya periuk dan atau kompor?" Dia menjawab, "Tahu banget". "Kompor dan atau periuk itu teknologi atau bukan? Dia menjawab teknologi. "Bagus", saya bilang. Kemudian saya bertanya lagi, "Ibu tahu caranya atau resep membuat sayur asem dengan menggunakan kompor dan periku tersebut?" Kembali ia menjawab, "Tahu persis." Saya bertanya kembali, "Kalau periuk dan atau kompor Ibu sebut sebagai teknologi, maka apakah cara/resep membuat sayur asem yang enak itu teknologi atau bukan?" Untuk pertanyaan yang satu ini, Ia ... Read more »
  • ICT untuk Pembelajaran: ICT, IcT, iCt or IT?
    By Uwes A. Chaeruman on January 19th, 2010 | 3 Comments3 Comments Comments
    Lama nih gak nulis. Kangen juga blogging. Diskusi ngawur dengan pak Purwanto menghasilkan inspirasi juga untuk nulis nih. suatu pagi sy masuk ke ruangan Boss, pak Purwanto untuk mendiskusikan sesuatu, terkait dengan pekerjaan sih. Namin ditengah percakapan dia menganalogikan sesuatu yang sangat menggelitik saya dan ingin sya bagi dengan Anda semua. Begini ceritanya ... Beliau bertanya kepada saya, "Ketika kita bicara tentang ICT atau TIK untuk pendidikan yang kita lakan sebenarnya apakah ICT, IcT, IT atau iCt?" yang mana menurut Anda? Saya terhenyak, betul juga nih. layak dijadikan sebagai bahan kontemplasi, khususnya bagi saya dan juga mungkin Anda yang bekerja sehari-hari sebagai praktisi ... Read more »
  • Profesi TP diakui? Bagaimana Peran Kita?
    By Uwes A. Chaeruman on November 6th, 2009 | No Comments Comments
    Sebagai padepokan baru di Indonesia, memang teknologi pendidikan abk seorang pendekar yang jurus mautnya belum dikenal banyak dikalangan padepokan persilatan pendidikan Indonesia. Secara historis istilah TP baru muncul di Indonesia sejak kurnag lebih tahun 76-an, pada masa itu Mendikbud Sharif Thayeb dan diakhir tahun 70-an pada saat Mendikbud Daud Yusuf. Program studi TP, sendiri baru pertama kali ada sejak saya kelas 1 SD yaitu tahun 1981. Saat ini, mungkin sudah ada sekitar 20 Universitas yang membuka program studi ini. Itupun sedikit sekali menerima mahasiswa baru, paling banyak 40 mahasiswa per tahun. Pertanyaanya, apakah eksistensi TP sudah diakui? Dengan segala kerendahan ... Read more »
  • Mas Phillip benar, saya sepakat dengan dikau
    By Uwes A. Chaeruman on November 3rd, 2009 | 1 Comment1 Comment Comments
    Mas Phillip, sautu ketika memberikan komentar dalam salah satu tulisan saya. Salah satu komentarnya adalah seperti ini: Dengan rasio: “Sekarang Satu Komputer Untuk 2.000 Siswa” dan “dari jumlah total yang mencapai 200.000 sekolah, sekitar 182.500 sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA se-Indonesia belum terakses internet”, jelas TIK bukan solusinya sekarang, kan? Dari yang saya mendengar…. program-program baru yang mau dilaksanakan juga hanya dapat paling menyampaikan cukup komputer untuk Mata Pelajaran TIK (kalau dicapaikan). Bagaimana sekolah-sekolah di desa dapat melaksanakan Pembelajaran Berbasis-TIK. Kita harus mengarah ke pendidikan yang bermutu untuk semua, kan? Mengapa Pendidikan Berbasis-TIK tidak dilakasanakan di sekolah secara umum di negara ... Read more »
  • Posisi dan Peran Teknolog Pembelajaran
    By Uwes A. Chaeruman on November 2nd, 2009 | 10 Comments10 Comments Comments
    Tanggal 2 Nopember ini, adalah kebahagiaan kembali bagi saya karena dapat bertemu dengan TPers Universitas Pendidikan Ganesha, Buleleng, Bali dalam rangka Seminar Nasional Peningkatan Teknologi Pendidikan menuju Pengembang Teknologi Pembelajaran yang Profesional. Kali ini saya ingin berbagi tentang posisi dan peran teknolog pembelajaran dalam dunia pendidikan khususnya dalam konteks Indonesia tentunya. Ada beberapa issu yang saya angkat dalam seminar tersebut. Pertama, pertanyaan tentang siapakah kita? Dalam hal ini teknolog pembelajaran itu bidang garapannya apa saja. Namun, issu ini saya "keep" dulu untuk dijadikan sebagai kesimpulan alias penutup. Issu utama yang saya angkat adalah dimulai dari fenomena atau problematika penerapan ICT ... Read more »
  • Membuat 2 X 45′ Pelatihan Efektif dan Menyenangkan
    By Uwes A. Chaeruman on October 16th, 2009 | No Comments Comments
    Hari ini, tanggal 15 Oktober 2009 saya dan team Teknologi Kinerja, program studi teknologi pendidikan UNJ, mengadakan pelatihan semacam TOT untuk para trainer di lingkungan Pegadaian di Gedung Jiwasraya, Minagkabau, Manggarai. Jumlahnya cukup ideal, 20 orang. Kebetulan saya berkesempatan memberikan materi strategi pelatihan yg efektif. Dalam hal ini sy memfokuskan diri pada microstrategy-nya bukan yang lebih bersifat makro. Tapi memfokuskan pada bagaimana seorang isntruktur dapat memberikan pelatihan yang efektif tapi juga menarik untuk satu sesi tertentu, misalnya 2x45 menit. Oleh karena itu, judulnya sy rubah menjadi seperi judul di atas. Sebenarnya ini adalah beban yang menantang buat saya. Kenapa? Karena saya ... Read more »
  • Metode Jigsaw
    By Uwes A. Chaeruman on October 7th, 2009 | 1 Comment1 Comment Comments
    Suatu hari, Ibu guru bernama XYZ secara tidak sengaja lewat disamping sekerumunan siswa yang tengah bergceloteh ria. Siswa-siswa tersebut berceloteh bahwa kelas sangat tidak begitu menyenangkan, membosankan, Bu XYZ wajahnya seram, bisanya teriak-teriak dan marah-marah. Kalo ngajar gitu-gitu aja. Kira-kira begitu keluh kesah mereka. Mengapa hal tersebut terjadi? Ibarat tukang, maka seorang guru harus memiliki berbagai perkakas untuk bekerja. Bagi tukang dia harus punya gergaji untuk memotong, pahat untuk memecah tembok, palu untuk memukul paku, cangkul untuk menggali tanah, water pass untuk mengukur keseimbangan dan lain-lain. Begitu pula guru harus memiliki perkakas mengajar. Tampilan ceria untuk mengundang kedekatan, ice breaker ... Read more »
  • Bagaimana Siswa Belajar
    By Uwes A. Chaeruman on September 28th, 2009 | No Comments Comments
    Adalah M. Suzanne Donovan, John D. Bransford, dan James W. Pellegrin melakukan survey hasil-hasil penelitian terkait dengan bagaimana siswa belajar dan apa implikasinya terhadap pembelajaran di kelas. Semuanya ia tuangkan dalam satu buku berjudul, "How People Learn: Bridging Research and Practice". Penelitian tersebut menghasilkan beberapa temuan kunci sebagai berikut: Students come to the classroom with preconceptions about how the worldworks. If their initial understanding is not engaged, they may fail to grasp the new concepts and information that are taught, or they may learn them for purposes of a test but revert to their preconceptions outside the classroom. (Siswa datang ke ... Read more »