Logo Background RSS
-->

» pendidikan

  • Ini yang kita tunggu2 sedari dulu
    By Uwes A. Chaeruman on December 5th, 2009 | 2 Comments2 Comments Comments
    Presiden SBY dalam pembukaan Temu Nasional 2009 di Jakarta, 29 Oktober 2009, menyatakan, Saya minta Menteri Pendidikan Nasional untuk mengubah metodologi belajar-mengajar yang ada selama ini. Sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah jangan hanya gurunya yang aktif , tetapi harus mampu membuat siswanya juga aktif. (Kompas, 30 Oktober 2009) Inilah yang ditunggu-tunggu. Lihat tulisan saya ketika mata pelajaran hanya menjadi tujuan atau guru: suteradara atau pemain utama? Rasanya ini perintah yang bagus dari Presiden ke Mendiknas. Pati saya agak pesimis. Kenapa? karena ide ini, bukan ide baru. dulu pernah ada ide seperti ini dengan nama CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif, bukan Catat Buku ... Read more »
  • Digital Textbook
    By Uwes A. Chaeruman on September 17th, 2009 | 4 Comments4 Comments Comments
    Hari ini, tanggal 8 Sept 09, Alhamdulillah berkesempatan berkunjung ke satu sekolah model di Korea. Yaitu Sameo Elementary Schools. Sekolah ini adalah model sekolah yang memanfaatkan digital book yang sengaja dikembangkan oleh Biro Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Kota Busan empat tahun lalu. Menurut Kepala sekolahnya, SAMEO itu sendiri artinya "dua ikan", tapi sepanjang hampir 2 jam saya disana ga melihat satu ekor ikanpun he he he. Semacam Badan/Biro Pengembangan dan Penelitian Pendidikan Kota Busan mengembangkan apa yang dinamakan digital text book. Semua mata pelajaran dan bahan belajarnya dikemas dalam format digital. Lengkap, baik text, animasi, simulasi, video, games dilengkapi ... Read more »
  • Belajar dari Korea Selatan
    By Uwes A. Chaeruman on September 1st, 2009 | 1 Comment1 Comment Comments
    Tahukah Anda? Korea Selatan dulu tahun 1960-an pasca perang sudara adalah negara yang miskin. Sangat miskin, bahkan nasibnya banyak tergantung dari PBB, Indonesia, Vietnam, Malaysia dan negara lain di Asia, Eropa dan Amerika. Tapi, kini Korea telah menjadi salah satu negara yang paling maju dan sejahtera di Asia, Jepang sekalipun sebagai bekas penjajahnya mulai tersisihkan. Apa rahasianya? Hari ini sy mendapat materi kuliah tentang ubiquitious learning sebenarnya. Tapi saya tertarik untuk berbagi pengetahuan tentang rahasia tersebut. Ternyata kuncinya sederhana: Reformasi pendidikan melalui perubahan sistemik (holistik) plus investasi yang sangat massif tapi terseleksi dan terencana dengan matang didukung oleh kepemimpinan yang ... Read more »
  • Blended Learning: Strategi Pembelajaran di Era Informasi
    By Uwes A. Chaeruman on August 26th, 2009 | No Comments Comments
    Hari ini, 26 Agustus 2009. saya diundang oleh Fakultas Sains Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah untuk bicara pembelajaran efektif. Waduhhhhhhhh, bingung juga. Karena yang ini pesertanya adalah dosen, sementara saya sendiri statusnya adalah dosen luar biasa dan dosen muda dari sisi pengalaman mengajar. saya biasa bicara startegi pembelajaran dengan memanfaatkan TIK untuk konsumsi guru, bukan untuk para dosen. Tapi tak apa lah, sekedar berbagi pengetahuan dan sedikit pengalaman nyata pribadi dalam melaksanakan blended learning di jurusan teknologi pendidikan, FIP, UNJ. Dalam pertemuan tersebut saya bicara tentang gambaran contoh pembelajaran abad 21 di perguruan tinggi. Beruntung masih punya dua contoh video ... Read more »
  • Penelitian Desain dan Pengembangan
    By Uwes A. Chaeruman on July 24th, 2009 | 3 Comments3 Comments Comments
    Alhamdulillah, tidak seperti zaman dulu ketika saya kuliah S1 di tahun 1994 - 1999, bahwa di jurusan teknologi pendidikan mulai berkembang yang namanya penelitian pengembangan atau lebih jelasnya penelitian desain (perancangan) dan pengembangan (design and development research). Bahkan saya dengar di jenjang S2 juga sudah mulai banyak dilakukan. Ini merupakan kabar gembira tentunya, karena ranah penelitian sudah mulai melebar dan tidak hanya didominasi dengan penelitian kuantitatif yang itupun hanya metode ekpserimen dan korelasi yang lebih mendominasi. Ini merupakan antecedant yang baik agar ke depan berbagai aktifitas ilmiah baik yang berisfat penelitian, evaluasi dan atau pengembangan akan semakin semarak sehingga memberikan ... Read more »
  • Jangan Sampai Sekolah menjadi Pusat “BimBel”
    By Uwes A. Chaeruman on March 4th, 2009 | 2 Comments2 Comments Comments
    Hari Sabtu, tanggal 28 Februari kemarin, saya berkesempatan kembali berbicara tentang penerapan teknologi pendidikan dalam pembelajaran di kelas dalam acara Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Khoziny bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Propinsi Banten. Dalam kesempatan itu saya kembali menegaskan pentingnya pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered learning). Langkah apa yang pertama harus dilakukan menuju student-centered learning? Mulailah meninggalkan kebiasaan memposisikan diri sebagai "pemain utama" dalam sinetron pembelajaran di kelas. Tapi, sebaliknya jadikan siswa sebagai "pemeran utama", guru adalah "sutradara"nya. Stop menghabiskan sebagian besar waktu mengajar untuk menyampaikan materi, tapi berikan peluang kepada siswa untuk mengalami persitiwa belajar (tidak hanya ... Read more »
  • Tirani Kapital dalam Pendidikan: Menolak UU Badan Hukum Pendidikan
    By Uwes A. Chaeruman on February 19th, 2009 | No Comments Comments
    Sebenarnya ini adalah koment mas Edi Subkhan yang masuk kedalam blog teknologipendidikan.net. Saya ingin orang lain ikut membacanya melalui blog ini. Ini adalah kajian yang sangat kritis saya kira untuk kita pahami dan renungkan bersama menuju pendidikan Indonesia yang effektif. Judul: Tirani Kapital dalam Pendidikan: Menolak UU Badan Hukum Pendidikan Penulis: Darmaningtyas, Edi Subkhan, dan I Fahmi-Panimbang Tebal Buku: xxix+412 halaman Penerbit: Damar Press dan Pustaka Yashiba (Jakarta) Tahun Terbit: Januari 2009 Pendidikan adalah hak dasar setiap warga yang dilindungi oleh Undang Undang. Akan tetapi neoliberalisasi ekonomi yang menggurita di segala bidang telah pula menjalar ke pendidikan dan membawa pemahaman baru bahwa pendidikan adalah untuk ... Read more »
  • Refleksi Satu Tahun Program BERMUTU
    By Uwes A. Chaeruman on January 29th, 2009 | No Comments Comments
    Hotel Kaisar, 29 Januari 2009. Saya berkesempatan menjadi peserta dalam workshop program BERMUTU (Better Education through Reformed Management and Universal Teacher Upgrading).  Mudah-mudahan program ini menghasilkan suatu impact pendidikan yang benar-bernar BERMUTU. Banyak hal yang dibicarakan disana. Namun, saya tertarik pada satu sesi refleksi yang disampaikan oleh beberapa Kepala Dinas Kabupaten/Kota. Diantaranya adalah Kab Gorontalo, Trenggalek dan Pekalongan. Saya agak ngantuk kali, jadi yang teringat dan terkesan hanya refleksid ari Kepala Dinas Kab Pekalongan. Dia mengatakan, "Kita sering berinfaq dan sodaqah untuk Mesjid, dengan tujuan hasilnya dapat digunakan untuk membangun mesjid. Fokusnya disitu. Padahal, seharusnya tidak terfokus pada terbangunnya mesjid  saja, tapi lebih ... Read more »
  • Tantangan Pemanfaatan ICT untuk Pendidikan
    By Uwes A. Chaeruman on January 8th, 2009 | 1 Comment1 Comment Comments
    ICT alias teknologi informasi dan komunikasi adalah keniscayaan. Keberadaanya tidak bisa dielakan, begitu pula halnya dengan potensinya yang luar biasa bagi semua aspek kehidupan. Pemanfaatannya untuk pendidikan? Ini adalah permasalahan lain. Penuh tantangan yang sangat luar biasa. Mulai dari harga, percepatan perkembangannya yang melebihi percepatan penerapannya untuk pendidikan, resistensi dari para pengguna, rendahnya akselerasi melek ICT dari guru khususnya dan lain-lain. Chris Dededari George Mason University mengidentifikasi enam pertanyaan besar yang harus secara bijak kita pecahkan bersama: Bagaimana sekolah dapat memperoleh fasilitas teknologi informasi yang cukup memadai untuk, katakanlah rasio dua orang siswa satu komputer lengkap terhubung ke internet? bagaimana sekolah dapat memanfaatkan ... Read more »
  • Laskar Pelangi : Kontemplasi
    By Uwes A. Chaeruman on October 20th, 2008 | 3 Comments3 Comments Comments
    Saya termasuk orang yang kurang beruntung dalam nonton film heboh Laskar Pelangi. Kenapa? Karena sejak diluncurkan pada malam takbiran, belum memperoleh kesempatan waktu untuk bisa nonton pahit getirnya Lintang dalam menggapai cita. Baru kemarin sempat punya waktu dan kesempatan nonton di PIM bersama keluarga. Mengharukan sekaligus menggugah. Saya rekomendasikan agar Film tersebut menjadi tontonan wajib bagi para guru khususnya, dan siswa serta para orang tua pda umumnya. Saya merasa bahwa kasus Lintang dan pasukan Pelanginya, banyak terjadi di sekitar kita. Waktu kecil, saya sekolah di Sekolah Dasar yang walaupun SD INPRES waktu itu, kondisinya masih bealaskan tanah, jendela bolong dan berdebu ... Read more »